Fakta dan Mitos tentang Kehamilan

Hi, Sobat Kata Malica, pernah nggak saat kamu hamil, para orang tua memberikan wejangan yang mungkin kurang masuk akal? Yes, inilah yang disebut fakta dan mitos kehamilan. Orang zaman dulu masih memegang itu, lho.

Tak dimungkiri masa hamil menjadi momen yang sangat bermakna bagi perjalanan hidup seorang perempuan. Selama mengandung, biasanya calon ibu akan berusaha optimal untuk menjaga kesehatan tubuh dan janinnya.

Tak jarang banyak pula yang dihantui rasa takut dan sulit membedakan mana fakta serta mitos yang berhubungan dengan kehamilan. Penting sekali bagi ibu hamil untuk mengedukasi diri agar bisa membedakan mana mitos dan fakta.

Baca juga: Manfaat Kopi Arabika untuk Kesehatan

Fakta Mitos Kehamilan

Zaman sekarang ini sumber informasi sudah semakin banyak. Tak sulit untuk mencari informasi terkait kondisi kehamilan. Namun ternyata masih banyak ibu hamil yang tak bisa membedakan mana fakta dan mana mitos. Berikut adalah beberapa fakta dan mitos kehamilan yang sering beredar di masyarakat:

1. Makan Dua Kali Lipat

Ibu hamil disebutkan harus makan dua kali lipat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan kalori tubuhnya dan si janin. Memang benar jika tubuh ibu hamil butuh kalori yang lebih besar namun bukan berarti harus makan dua kali lipat lebih banyak. Sesuaikan saja dengan kondisi tubuh dan perkembangan berat badan janin. 

Konsultasikan kebutuhan asupan kalori ibu hamil dengan dokter kandungan. Nantinya dokter bisa memberikan rekomendasi jumlah kalori yang bisa dikonsumsi selama hamil.

Rata-rata ibu hamil dengan berat badan normal membutuhkan tambahan 300 kalori saja setiap hari.

Ingat, asupan kalori yang berlebih juga tidak bagus untuk tubuh ibu dan bayi karena bisa menyebabkan obesitas serta kelebihan bobot bayi di dalam kandungan.

2. Tidak Boleh Olahraga

Banyak juga yang mengatakan bahwa ibu hamil tidak boleh berolahraga. Aktivitas fisik berlebihan memang tidak baik bagi kesehatan ibu hamil dan janin. Namun bukan berarti ibu hamil sama sekali tidak boleh berolahraga. Justru olahraga sangat disarankan bagi ibu hamil agar stamina tubuh tetap terjaga dengan baik. Selain itu aktivitas olahraga juga bisa membantu tubuh ibu lebih siap untuk melahirkan. 

Jenis olahraga yang bisa dilakukan oleh ibu hamil juga tak boleh sembarangan. Perlu dipilih aktivitas olahraga yang aman untuk ibu hamil. Misalnya saja yoga, pilates juga berenang.

Konsultasikan kepada dokter kandungan jenis olahraga yang dapat dilakukan selama masa kehamilan. Pastikan kondisi tubuh dan kandungan normal tidak ada kelainan apapun. Jangan lupa penuhi juga kebutuhan cairan tubuh setelah berolahraga agar tidak dehidrasi.

Baca juga: Manfaat Cuka Apel untuk Diet

3. Tidak Boleh Berhubungan Seks

Sebagian besar wanita hamil memilih untuk tidak berhubungan seks selama masa kehamilan. Padahal larangan berhubungan seks selama hamil ini tidak sepenuhnya benar.

Ibu hamil tetap boleh melakukan hubungan seksual dalam kondisi tertentu. Ada beberapa syarat kondisi yang perlu dipenuhi jika ibu hamil ingin berhubungan seksual dengan sang suami. 

Pertama, kondisi tubuh sang ibu harus sehat termasuk janin di dalam kandungan. Kehamilan yang dijalani oleh sang ibu bukanlah kehamilan yang berisiko.

Selain itu hubungan seksual juga sebaiknya dilakukan di trimester kedua saat dimana kandungan dalam fase yang stabil dan paling kuat. Namun biasanya dokter kandungan juga akan menyarankan pasangan untuk melakukan hubungan seksual di trimester ketiga untuk merangsang kontraksi menjelang masa kelahiran.

4. Menjauhi Kucing

Banyak orang mengatakan bahwa ibu hamil harus menjauhi kucing karena bisa menyebabkan penyakit dan infeksi virus tokso yang membuat bayi terlahir cacat.

Hal ini sebenarnya bukanlah sebuah mitos namun juga harus diluruskan agar tidak dicerna mentah-mentah. Wanita hamil memang tidak seharusnya berinteraksi langsung dengan kucing tanpa menjaga kebersihan. Kucing harus dalam kondisi yang bersih dan sudah divaksin.

Ibu hamil juga tidak seharusnya membersihkan kotoran kucing.

Sebaiknya kotoran kucing dibersihkan oleh orang lain untuk mencegah tertularnya virus tokso. Memang akan jauh lebih baik baik jika ibu hamil menghindari interaksi dengan kucing untuk sementara. Apalagi kucing liar yang tidak diketahui asal-usul serta perawatannya.

5. Jangan Makan Pedas

Ada juga aturan yang melarang ibu hamil untuk mengonsumsi makanan pedas. Sebenarnya konsumsi makanan pedas masih diperbolehkan dan dinilai aman bagi ibu hamil. Bayi yang ada di dalam kandungan tidak akan merasakan pedas. Justru sensasi pedas ini akan membuat si kecil mengenal lebih banyak rasa.

Hanya saja yang dikhawatirkan adalah makanan pedas ini bisa membuat asam lambung meningkat, jadi usahakan jangan berlebihan. 

Itulah tadi kumpulan fakta dan mitos seputar kehamilan. Pastikan untuk menjaga kondisi kesehatan tubuh dan janin sebaik mungkin. Selalu konsultasikan kondisi kehamilan dengan dokter kandungan Anda. Jika terjadi kelainan atau keluhan, jangan ragu untuk mendatangi fasilitas kesehatan terdekat. 

 

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.