Nasabah Bijak, Waspada Terhadap Kejahatan Cyber yang Semakin Marak

Maraknya informasi pembobolan bank menjadikan banyak nasabah yang was-was. Wajar, kejahatan ciber memang bagi sebagian orang sulit untuk dideteksi dan dihindari. Karena itu banyak yang akhirnya menjadi korban. Namun sebenarnya kita bisa menjadi nasabah bijak yang dapat melindungi akun dari pembajakan.

Kejahatan terjadi karena adanya peluang. Sayangnya, banyak nasabah yang kurang peka dan menganggap beberapa hal penting sebagai sesuatu yang biasa dan sepele. Ini yang menyebabkan nasabah berpotensi menjadi target kejahatan cyber.

Pentingnya menjadi nasabah yang bijak

Belum lama beredar kabar bahwa banyak nasabah BRI yang menjadi korban kejahatan cyber sehingga menderita kerugian yang tidak sedikit. Sebagai institusi perbankan yang sudah berpengalaman, semua bank dan lembaga keuangan sebenarnya sudah mempunyai proteksi untuk melindungi nasabah.

Kejadian adanya informasi mengenai kejahatan cyber tersebut bisa disebabkan oleh banyak faktor. Karena itu tidak bisa mendiskreditkan pihak tertentu. Begitu juga untuk melindungi akun atau rekening, harus dilakukan secara bersama oleh semua pihak, baik institusi perbankan maupun nasabah.

Sebagai nasabah harus mawas dan berhati-hati. kejahatan yang mengatasnamakan sebuah bank bisa terjadi kapan saja. modusnya pun bermacam-macam. Kehati-hatian dari nasabah merupakan proteksi yang penting.

Nasabah bijak merupakan nasabah yang tidak mudah percaya pada iming-iming pihak tertentu. Beberapa kasus kejahatan cyber terjadi dengan menginformasikan bahwa nasabah mendapat hadiah atau undian. Kemudian meminta untuk mentransfer sejumlah uang.

Sayangnya, banyak nasabah yang langsung percaya tanpa melakukan konfirmasi terlebih dahulu. Padahal indikasi kejahatan sangat mudah untuk diketahui. Sebagai contoh dari nomor telepon yang digunakan, alur cerita yang disampaikan dan besar hadiah yang dijanjikan.

Seharusnya, nasabah tidak percaya dan segera mengecek kebenarannya. Apalag untuk melakukan hal tersebut sangat mudah. BRI misalnya, membuka layanan Customer Service 24 jam untuk memberikan pelayanan dan informasi yang dibutuhkan oleh nasabah.

Sebaiknya jika mendapatkan informasi yang mencurigakan segera menghubungi kantor cabang terdekat atau melakukan kontak ke Customer Service. Lakukan klarifikasi dan meminta informasi detail.

Penyuluh Digital

BRI sebagai salah satu bank plat merah terus melakukan inovasi pelayanan kepada nasabah. Hal ini dilakukan untuk memberikan edukasi dan rasa nyaman dari berbagai keraguan ketika bertransaksi. inovasi tersebut sangat bermanfaat bagi nasabah di seluruh wilayah.

Dengan semakin majunya digitalisasi perbankan menjadikan banyak layanan lebih simpel dan dapat diakses dari mana saja. Beberapa transaksi yang sebelumnya hanya bisa dilakukan secara offline saat ini bisa dengan online. Sebagai contoh pembukaan rekening, transfer dan berbagai transaksi lain.

Untuk mengedukasi masyarakat, BRI memberikan layanan penyuluh digital. Mereka adalah karyawan yang diberi tugas untuk memberikan penjelasan langsung kepada masyarakat mengenai digitalisasi perbankan, termasuk edukasi untuk “melek digital” dan kewaspadaan terhadap kejahatan cyber.

Petugas akan melakukan beberapa penjelasan kepada masyarakat agar bisa melakukan transaksi perbankan dengan mudah dan aman. penyuluh digital mempunyai tiga tugas utama, yaitu:

Mengajak dan mengajari masyarakat untuk lebih paham terhadap layanan digital dari bank. Dengan demikian transaksi lebih cepat dan aman. Salah satunya adalah proses pembukaan rekening secara online.

Mengedukasi masyarakat untuk melakukan transaksi digital. Meski internet sudah dapat diakses dari semua tempat, namun banyak masyarakat yang masih takut untuk bertransaksi perbankan secara online. Alasannya takut salah. Dengan pendampingan dari penyuluh digital, mereka bisa mencoba bertransaksi dengan nyaman.

Sosialisasi pengamanan rekening dari kejahatan cyber. Petugas akan memberikan pengarahan dan contoh kejadian yang harus diwaspadai agar nasabah tidak menjadi target kejahatan cyber.

Cara mudah mengamankan rekening dari kejahatan digital

Kejahatan digital atau cyber dapat cepat berkembang karena masyarakat mudah terprovokasi. Karena itu semua pihak harus meningkatkan kewaspadaan. Sebaiknya selalu konfirmasi dan tidak mudah mengambil keputusan, apalagi dalam keadaan kurang mendukung. Beberapa poin ini bisa mengantisipasi terjadinya kejahatan perbankan melalui internet:

Menggunakan aplikasi resmi

Aplikasi bajakan bisa saja mempunyai kelemahan yang dapat memudahkan pihak tidak bertanggung jawab untuk membobol pengamanan rekening. Sebaiknya hanya mengakses software asli dan selalu melakukan update setiap ada pembaharuan.

Selalu logout setelah mengakses rekening

Banyak yang kurang berhati-hati dengan tidak logout setelah mengakses rekening secara online. Meski menggunakan perangkat pribadi, namun mungkin saja ada orang yang meminjam atau barang tersebut hilang.

Mengganti password secara berkala

Password adalah hal privat yang tidak boleh dibagikan pada sembarang orang. Agar lebih aman, pemilik perlu menggantinya secara berkala. Jangan menggunakan angka atau simbol yang mudah ditebak demi keamanan.

Tidak mudah percaya terhadap informasi yang diterima

Media telepon, baik panggilan, sms maupun pesan di medsos menjadi alat untuk melakukan kejahatan cyber. Karena itu pastikan selalu mengecek setiap ada informasi yang berkaitan dengan rekening. Nasabah bisa menghubungi CS kapan saja.

Menjadi nasabah bijak cukup mudah. Semua orang dapat melakukannya. Caranya adalah dengan lebih teliti dan berhati-hati. Jika semua melakukannya, maka penjahat tidak akan mempunyai peluang untuk beraksi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.