Indihome Wujudkan Ramah Tamah Idul Fitri Penuh Makna

Idul Fitri selalu menjadi momen yang aku nanti setiap tahun. Di momen ini aku bisa bertemu dengan orang tua dan kerabat yang pulang kampung karena merantau.

Menariknya, sampai saat ini di daerahku masih banyak tradisi menyambut Idul Fitri yang terus dilestarikan.

Nah, aku sendiri tidak pernah absen dari rangkaian kegiatan tersebut. Rangkaian kegiatan ramah tamah tersebut selalu penuh dengan makna. 

Setiap daerah memang mempunyai tradisi yang berbeda untuk menyambut Idul Fitri. Seperti di daerahku yang masuk wilayah Jawa Timur, banyak rangkaian acara unik yang bakal digelar oleh masyarakat sejak penyambutan bulan Ramadhan sampai beberapa hari setelah shalat Ied yang digelar di masjid kampung.

Contents

Rangkaian Acara Menyambut Idul Fitri

Seperti di kampung lain, masyarakat di daerahku mulai penyambutan Idul Fitri sejak datangnya bulan Ramadhan.

Ramadhan bagi kami merupakan bulan yang istimewa. Selain karena bisa menjalankan ibadah puasa dan amalan lain, di bulan ini juga banyak tradisi yang dijalankan oleh masyarakat.

Acara tersebut berlanjut sampai datangnya Idul Fitri. Kegiatan yang kami lakukan seperti:

Megengan

Tradisi megengan mempunyai makna untuk saling memaafkan sehingga saat bulan Ramadhan datang tidak mempunyai kesalahan lagi kepada tetangga dan sanak saudara.

Pada acara tersebut ibu-ibu akan memasak makanan tradisional dan kemudian membagikan kepada tetangga serta keluarga.

Salah satu cemilan yang selalu ada adalah apem, yang terbuat dari tepung ketan dicampur gula merah.

Menyantap apem mempunyai makna menghilangkan segala kesalahan dan khilaf yang sebelumnya pernah dilakukan.

Nyadran

Bagi kami, keluarga yang sudah meninggal tetap mempunyai ikatan. Salah satu bentuk ikatan tersebut adalah kepedulian masyarakat terhadap makam mereka.

Menjelang puasa, semua penduduk kampung akan datang ke area makam untuk membersihkannya.

Rumput-rumput dicabut dan gundukan tanah yang mulai turun ditinggikan. Begitu juga dengan area sekitarnya, akan disapu dan dirapikan.

Setelah itu, kami akan makan bersama dengan menu sederhana yang dibawa oleh ibu-ibu untuk kami yang selesai bekerja bakti.

Menu yang disajikan sangat sederhana, berupa nasi putih dengan lauk urapan sayur, tempe goreng dan ikan asin. Kadang ada juga yang menambahkan lauk daging ayam atau telur.

Takbir Keliling

Tradisi kami berikut ini mungkin juga ada di tempat lain. Setiap malam hari raya Idul Fitri, pemuda dan anak-anak akan berkumpul di halaman masjid untuk bersiap melantunkan takbir sambil berkeliling kampung.

Untuk membuat suasana lebih meriah, kami menyiapkan beragam tabuhan dari alat sederhana seperti kendang, gong kecil, sampai kaleng dan botol bekas sehingga suaranya sangat ramai dan meriah.

Sebagai penerang, kami menyiapkan obor, yaitu pelita sederhana dari bambu yang diberi sumbu dan bahan bakar minyak tanah.

Sungkeman

Tradisi ini paling mengharukan dari semua kegiatan rangkaian penyambutan Ramadhan sampai Idul Fitri, yaitu sungkeman.

Prosesi sungkeman adalah acara yang sakral. Anak-anak dan kami yang lebih muda akan mendatangi orang tua atau keluarga yang lebih tua, bersimpuh sambil mencium tangannya untuk memohon maaf.

Begitu juga sebaliknya, keluarga yang lebih tua pun tidak segan untuk meminta maaf kepada keluarga atau kerabat yang lebih dekat.

Bagi anggota keluarga yang tidak bisa mudik, proses sungkeman biasanya dilakukan dengan video call. Meski demikian, tidak mengurangi makna dan tujuan dari sungkeman itu sendiri.

Tidak jarang ketika tradisi ini berlangsung, akan diikuti dengan tangisan sebagai tanda penyesalan atas semua kesalahan yang pernah kami buat.

Orang tua dan kerabat yang lebih tua selain memberi maaf juga akan memberikan doa restunya kepada kami sehingga bisa meraih kesuksesan.

Keliling Kampung

Idul Fitri tidak lengkap tanpa keliling kampung dan bersilaturahmi ke tetangga. Kami melakukan kegiatan ini setelah selesai sholat Ied yang dilanjutkan sungkeman.

Biasanya kami akan mendatangi rumah tetangga yang paling dekat terlebih dulu. Selain memohon maaf, tidak jarang kami juga mencicipi hidangan yang disediakan.

Lebaran Ketupat

Nah, tradisi terakhir dalam rangkaian Idul Fitri adalah Lebaran Ketupat yang jatuh seminggu setelah Idul Fitri itu sendiri.

Lebaran ketupat merupakan bentuk rasa syukur karena setelah merayakan Idul Fitri, kami melanjutkan dengan puasa syawal selama satu minggu.

Di hari terakhir itulah kami makan-makan dengan menu ketupat dan aneka lauk seperti sambal goreng, opor dan menu lainnya.

Ini merupakan bentuk rasa senang karena kami sudah melaksanakan puasa syawal.

Serunya Perayaan Idul Fitri Bersama IndiHome

Internet di tempat kami tidak bisa dipisahkan dari kegiatan perayaan Idul Fitri. Kami yang tidak bisa bertemu akan berkirim kabar melalui pesan singkat.

IndiHome yang merupakan penyedia layanan internet cepat membantu kami dalam berkomunikasi.

Telkom Indonesia yang menyediakan fasilitas internet tersebut mengerti kebutuhan kami untuk mendapatkan jaringan yang stabil dan kuat. Selama rangkaian menyambut Idul Fitri kamu juga saling berkoordinasi dengan menggunakan internet.

Internet provider terbaik ini membuat komunikasi kami yang tinggal di daerah dengan beragam kontur wilayah tetap lancar. Dengan IndiHome, kami juga bisa membagikan setiap momen tersebut dengan mudah. Keluarga atau kerabat yang tidak bisa mudik tetap dapat mengikuti kegiatan tersebut secara online sehingga jarak yang jauh terasa dekat.

Dengan internet provider di Indonesia yang menjangkau semua wilayah ini kegiatan ramah tamah semakin ramai dan berkesan. Setiap momen bisa dibagikan kepada keluarga dan kerabat dengan cepat.

Karena jaringan internet yang tersedia cepat dan kuat, antara kami dengan keluarga maupun kerabat yang tidak bisa mudik terasa lebih dekat.

Telkom Indonesia benar-benar memfasilitasi kami untuk terus saling terhubung dan beramah tamah sejak sebelum Ramadhan sampai selesai perayaan Idul Fitri. FBeruntung sekali kami bisa menikmati jaringan internet terbaik ini setiap saat.

Tinggalkan komentar