Tanggapi Polemik JIS, Anies Baswedan: Ojo Kesusu, Biar FIFA yang Menilai

Polemik tentang JIS atau Jakarta International Stadion semakin santer. Sampai saat ini, isu tersebut masih menyita perhatian banyak pihak.

Sebagai pemrakarsa pendirian JIS karena menjabat sebagai gubernur DKI dan kandidat presiden RI untuk pemilihan tahun 2024 mendatang, nama Anies Baswedan selalu dikaitkan dengan proyek tersebut. 

Kubu lawan menganggap bahwa Anies gagal membangun stadion yang memenuhi standar internasional dan hanya menghabiskan uang negara saja. Tokoh kharismatik ini menanggapi tuduhan tersebut dengan tenang, bijaksana namun cerdas.

Dalam sebuah kesempatan, Anies meminta pihak yang menuduhnya untuk menunjukkan bukti bahwa JIS tidak memenuhi standar internasional.

JIS Cermin Kegagalan Anies

Polemik ini menjadi semakin santer bersamaan dengan informasi bahwa FIFA telah memilih JIS sebagai salah satu stadion untuk penyelenggaraan piala dunia U17 di bulan November tahun 2023 ini.

Keputusan FIFA yang seharusnya menjadi momen membanggakan bagi Indonesia ini ternyata telah dipolitisir untuk menyudutkan Anies sebagai pemrakarsa JIS.

Tuduhan terhadap Anies sampai saat ini masih terus ada dan ditanggapi oleh tokoh politik satu ini dengan tenang. Anies pun menunjukkan bukti bahwa semua prosedur pembangunan dilaksanakan dengan benar sesuai ketentuan.

Dalam pembangunan infrastruktur olahraga berstandar internasional ini, mantan gubernur DKI ini menggandeng konsultan kelas dunia.

Konsultan tersebut telah membangun berbagai jenis stadion internasional di berbagai negara. Anies juga mempercayakan proyek tersebut pada putra-putra Indonesia yang bekerja di BUMN dan perusahaan terkait.

Menyaksikan kualitas JIS berarti tidak menghargai konsultan dan putra-putra Indonesia yang sudah bekerja keras untuk mewujudkan mega proyek tersebut.

Rumor yang dihembuskan oleh kubu lawan adalah Anies Baswedan gagal menjabat sebagai gubernur DKI. Secara tidak langsung hal ini menggiring opini masyarakat bahwa kandidat satu ini tidak layak dipilih.

Dalam polemik ini, sikap gentle, profesional dan kepintaran Anies justru terlihat semakin jelas. Ini yang membuktikan bahwa mantan rektor Universitas Paramadina ini merupakan kandidat presiden terbaik.

Biar FIFA yang Menilai

Kubu lawan menyebutkan bahwa beberapa sarana dan prasarana yang terdapat di JIS tidak layak atau tidak sesuai dengan standar.

Sebagai contoh, rumput yang digunakan. Ada pihak yang menyebutkan, jika FIFA melihat kondisi rumput tersebut, pasti akan mencoret JIS dari daftar calon tempat pertandingan sepak bola tingkat dunia ini.

Hal yang menggelitik, kubu tersebut tidak bisa menunjukkan pemeriksaan yang sudah dilakukan oleh FIFA, tetapi berdasar pemeriksaan dari kontraktor rumput golf yang tidak ada kaitan dengan piala dunia dan FIFA.

Tentu hasil pemeriksaan tersebut tidak bisa dijadikan bahan penilaian dan mengambil sebuah kesimpulan.

Menanggapi hal tersebut, Anies menyampaikan bahwa biarkan FIFA yang menilai karena pihak federasi tingkat dunia ini yang mempunyai standar.

Sikap ini menunjukan bahwa Aniesa tidak menyalahkan atau menyerang kubu yang menjatuhkannya. Anies menyerahkan persoalan tersebut pada pihak yang tepat.

Hal ini mengisyaratkan bahwa dalam menyelesaikan masalah harus memperhatikan ketentuan dan mengikuti keputusan dari pihak yang mempunyai kewenangan.

Polemik tentang JIS yang dipolitisir untuk menjatuhkan dan menggiring opini negatif kepada Anies justru mampu mengangkat namanya sebagai pribadi yang rasional, bijaksana dan menggunakan akal pikiran dalam mengambil sebuah keputusan.

Menurut mantan gubernur DKI ini, tidak ada penyimpangan baik dana, standar maupun kualitas dari pembangunan JIS.

Hal ini terbukti dengan tidak adanya yang bisa menunjukkan adanya penyelewengan, termasuk rendahnya kualitas pembangunan, sarana dan prasarana JIS seperti yang dituduhkan pada Anies Baswedan.

 

Tinggalkan komentar